Sabtu, 05 April 2014

Semoga Allah menetapkan hati kita dalam Diin Islam

MURTAD KARENA CINTA
Murtad karena cinta, ku dengar kisah itu terulang lagi di negeriku, kali ini menimpa seorang artis -semoga Allah mengembalikannya pada fitrah Islam-. Namun hal itu tidak membuatku heran, karena dulu ada insan yang jauh lebih sholeh darinya juga murtad karena cinta.
Dalam kitab “At-Tadzkirah”, Imam Qurthubi menceritakan kisah tentang yang murtad karena cinta.
Beliau mengatakan: Dulu di Mesir ada seorang hamba yang mengabdikan dirinya untuk mengumandangkan adzan, raut wajahnya selalu memancarkan cahaya ketaatan. Suatu hari seperti biasanya ia menaiki menara untuk mengumandangkan adzan. Kebetulan tepat di bawah menara tersebut terdapat rumah seorang Nashrani dzimmi. Ia pun melihat ke rumah tersebut, tanpa sengaja ia melihat puteri pemilik rumah tersebut. Ia terpesona kepadanya, iapun mengurunkan niatnya untuk mengumandangkan adzan. Tanpa piker panjang la turun menemui wanita tersebut dan masuk ke rumahnya.
Wanita itu bertanya kepadanya: “Ada urusan apa engkau ke sini, apa yang kau inginkan.?”.
Ia menjawab: “Aku menginginkanmu”. Wanita itu bertanya lagi: “Untuk apa?”.
Ia menjawab: “Engkau telah merampas hatiku dan segenap jiwaku”.
Wanita itu berkata: “Aku tidak ingin memenuhi keinginginanmu itu ditas sebuah keraguan (tanpa status)”.
Ia menjawab: “Aku ingin menikahimu”.
Wanita itu menjawab: “Bagaimana mungkin, kamu seorang muslim sedangkan aku seorang Nashrani. Ayahku pasti tidak akan mau menikahkanku denganmu”.
Ia pun berkata: “Aku akan masuk agama Nashrani”.
Wanita itu berkata: “Jika engkau melakukan hal itu, maka aku siap menikah denganmu”.
Maka kemudian ia pun memeluk agama Nashrani dan menikah dengan wanita itu dan tinggal bersama mereka di rumah itu.
Di pertengahan hari, ia naik ke atas atap rumah itu, lalu terjatuh dan meninggal. Akhirny ia meninggal tidak dalam keadaan muslim, tidak juga ia dapat tinggal bersama wanita tersebut untuk sesaat.
Kisah diatas menegesakan pada kita untuk tidak mudah tertipu dengan pemaknaan semu soal cinta, kecantikan, atau pemaknaan lain tentang ikatan kasih yang keliru hingga melampaui batas-batas yang telah di atur dalam agama kita yang mulia.
Kisah itu juga seperti mengajari kita untuk tidak bangga dengan amal-amal yang sudah kita lakukan. Kita tidak tau dengan apa Allah akan menutup cerita tentang kita. Iya, itu karena hati manusia berada diantara dua jemari Allah. Dia membolak-balikannya dengan kehendak-Nya. Di dalam sujudnya Rasulullah shallahu alaihi wasallam selalu berdo'a "
"يا مقلِّب القلوب ثَبِّت قلبي على دينك "
"Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, Tetapkanlah hatiku diatas agama-Mu"
Kita perlu menjadikan do'a tersebut bagian dari munajat kita pada Allah. Apalagi dizaman fitnah saat ini, semua berubah dengan cepat. Sebagaimana tergambar dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Bersegeralah beramal sebelum datangnya rangkaian fitnah seperti sepenggalan malam yang gelap gulita, seorang laki-laki di waktu pagi mukmin dan di waktu sore telah kafir, dan di waktu sore beriman dan pagi menjadi kafir, ia menjual agamanya dengan kesenangan dunia.” (HR. Ahmad No. 8493)
Sungguh benar apa yang diberitakan Rasulullah -shallahu alaihi wasallam-, hari ini dengan mudah kita melihat orang-orang yang di pagi harinya masih beriman, namun karena kepentingan duniawi dan kenikmatan sesaat, tiba-tiba di waktu sore ia telah menjadi kafir. Demikian pula ada diantara mereka yang di sore harinya masih beriman, namun entah apa yang terjadi di malam hari, hingga tiba-tiba kita mendapatinya telah menjadi kafir dipagi hari. Semoga Allah mengarunikan pada kita Khusnul Khtimah.
Ya Allah.. Tetapkn hati kami dalam Imam.
Oleh: Ustadz Aan Chandra Thalib




via status: 
Muslim.Or.Id

Jumat, 28 Maret 2014

Istighfar Yuk

# Istighfar Adalah Sebuah Kenyamanan #
Istighfar adalah sebuah kenyamanan yang tak bisa ditandingi. Istighfar adalah sebab yang paling kuat untuk mendapatkan kebahagiaan dan sebuah harta yang sangat berharga di dunia.
“Mohon ampunlah kepada Rabb kalian, kemudian bertaubatlah kepadaNya, dia kan memberikan kepadamu kenikmatan yang terus menerus” (Hud: 3)
@almohisni Syaikh Muhammad bin Sulaiman al Muhaisini, Imam Masjid al Rajhi, Mekkah. Situs beliau almohisni.com
http://twitulama.com/post/80864888103/istighfar-adalah-sebuah-kenyamanan-yang-tak-bis

Kamis, 27 Maret 2014

# Membaca Surat Al Kahfi Setiap Jum'at #


Kenapa kita membaca surat al Kahfi setiap Jumat? Agar tergambar pada hatimu 4 kisah mengenai ujian yang banyak menimpa manusia saat ini:

(1) ujian karena agama (pada kisah pemuda ashabul kahfi –pent), 
(2) ujian karena harta (pada kisah pemilik kebun –pent),
(3) ujian karena ilmu (pada kisah nabi Musa dan Khidr –pent), 
(4) ujian karena kedudukan (pada kisah Dzulqarnain –pent). 

Dan jalan keluar dari keempat ujian tersebut adalah: Keimanan pada hari kiamat.

@ibrahim_aldwish - Dr Ibrahim ad Duwaisy, Dosen sunnah nabawiyyah di Universitas Qashim, Kepala Pusat Studi Kemasyarakatan. 110

(Nahimunkar.com)

Senin, 10 Maret 2014

beberapa Nasehat ulama

# Hakikat Nikmat #
Abu Hazim berkata, “Setiap nikmat yang tidak digunakan untuk mendekatkan diri pada Allah, maka pada hakikatnya adalah musibah”

@dr_alshoreka - Dr. Abdullah Al Syurikah, Imam dan Khatib Masjid Ad Duwailah, Kuwait. 99
http://twitulama.com/post/31394215841/abu-hazim-berkata-setiap-nikmat-yang-tidak

# Lain Dulu Lain Sekarang #
Sikap terhormat yang kini hilang. Ibnul Mubarok berkata, “dahulu apabila ada seseorang yan melihat sesuatu yang dibenci dari saudaranya, dia kan memerintahkan untuk segera ditutupi aib tersebut. Adapun sekarang, apabila seseorang melihat sesuatu yang dibenci dari saudaranya, dia bakal marah-marah dan membongkar aib saudaranya”.

@almohisni Syaikh Muhammad bin Sulaiman al Muhaisini, Imam Masjid al Rajhi, Mekkah. Situs beliau almohisni.com
http://twitulama.com/post/79039538834/sikap-terhormat-yang-kini-hilang-ibnul-mubarok

# Jangan Berbuat Bid'ah #

Hati-hati kalian dari berbuat bid’ah. Suhail at Tasturi mengatakan, “Tidaklah seseorang berbuat sesuatu dalam ilmu ini kecuali dia pasti ditanya pada hari kiamat, jika itu sesuai dengan sunnah, dia kan selamat, kalau tidak, maka dia tak selamat” (Fathul Bari 13/290)

@dralanbary - Dr Khalid al Anbari Dosen Politik Islam King Saud University, Arab Saudi
http://twitulama.com/post/79003542324/hati-hati-kalian-dari-berbuat-bidah-suhail-at

# Jaga Niat Ketika Berbicara #

Seorang Alim sepatutnya untuk berbicara dengan niat dan maksud yang baik. Apabila dia mulai merasa takjub dengan ucapannya, hendaknya dia diam. Ketika dia mulai merasa takjub dengan diamnya, hendaknya dia berbicara. Jangan sampai dia berhenti menginstropeksi jiwanya, karena nafsu itu senantiasa mencintai pujian dan ketenaran.

@khaled_alsabt - Syaikh Dr. Khalid bin Utsman As Sabt, doktor dalam bidang ‘Ulumul Qur’an, dosen di Universitas Damam Jurusan Pendidikan Fakultas Studi Islam, Saudi Arabia
http://twitulama.com/post/78898388246/seorang-alim-sepatutnya-untuk-berbicara-dengan

Senin, 06 Januari 2014

Berkunjung Ke IPDN Dapat Ilmu Agama


Bismillahirrahmanirrahim.

Kami mengundang seluruh kaum muslimin/ muslimah untuk menghadiri
Acara : Tabligh Akbar
Hari / Tanggal : Jumat, 10 Januari 2014
Pukul : 19.30 (Ba'da Isya)
Tempat : Masjid At Ta'lim, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Cilandak,\
Jl. Ampera Raya, Kelurahan Cilandak Timur, Jakarta Selatan
Tema : Pesan Bagi Pemuda Islam
Pemateri : Ustadz Firanda Andirja, Lc, MA (Alumni S1 Fakultas Hadits Universitas Islam Madinah, Alumni S2 Fakultas Dakwah Jurusan Aqidah Universitas Islam Madinah, Mahasiswa S3 Fakultas Dakwah Jurusan Aqidah Universitas Islam Madinah, pengajar di Masjidil Haram Saudi Arabia, penulis buku-buku Islami)

Jumat, 20 Desember 2013

Twit ulama tentang mengikuti film barat

# Awas Film-Film Barat #
Mengikuti film-film Amerika (barat -ed) dapat menyebabkan bermudah-mudahan dalam durhaka kepada orang tua, berkhianat kepada pasangan, mengikuti syahwat dan menyepelekan masalah yang berbahaya seperti penyimpangan dalam beragama dengan berbagai bentuknya.~Dr. Abdul Muhsin Al Muthiri~ | Twit Ulama NB: Dan film-film Indonesia pun sekarang, banyak yang berefek demikian. Wallahul musta'an

Via status: muslim.or.id

Pentingnya Ilmu

Seorang teman bertanya kepada saya : "Mas koq seneng banget kerja bawa-bawa radio?"
Saya menjawab : "Iya akh, saya lebih butuh kepada radio ini ketimbang makan dan minum. Sebab dengan perantara radio ini saya dapat menuntut 'ilmu syar'i.

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullaahu ta'ala berkata,"Manusia lebih butuh kepada ilmu ketimbang makan dan minum. Karena makan dan minum dalam sehari hanya dibutuhkan dua atau tiga kali, sedangkan ilmu dibutuhkan pada setiap saat."(I'lamul Muwaqqi'in, II/257)

Dan perkataan beliau rahimahullaahu ta'ala ini terbukti dan benar-benar saya alami, 24 jam non stop saya mencari 'ilmu baik dengan mendengarkan kajian via radio, membaca kitab para 'ulamaa', dan lain-lain bahkan pernah saya lupa makan dan minum dalam sehari karena sibuk mencari 'ilmu.

"Ayo ikhwatul iman bersemangatlah dalam menuntut 'ilmu syar'i.

Dari Abu Darda' radhiyallaahu ta'ala 'anhu, ia berkata,Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,"Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allaah mudahkan jalannya menuju Surga. Sesungguhnya malaikat akan meletakkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha dengan apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya seorang yang mengajarkan kebaikan akan dimohonkan ampun oleh makhluk yang ada di langit maupun di bumi hingga ikan yang berada di air. Sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar tidak juga dirham, yang mereka wariskan hanyalah ilmu. Dan barangsiapa yang mengambil ilmu itu, maka sungguh, ia telah mendapatkan bagian yang banyak."(Shahiih, HR. Ahmad, V/196, Abu Dawud, no. 3641, at-Tirmidzi, no. 2682, Ibnu Majah, no. 223, dan Ibnu Hibbaan, no. 80)

Saat ini di radio Rodja 756 Am sedang berlangsung kajian rekaman bersama Al-Ustadz Abu Qatadah hafizhahullaahu ta'ala dalam tema Syarah Umdatul Ahkam (Penjelasan Hadits-Hadits Hukum), bab Janaiz (Jenazah).

Via status:
Pentingnya Ilmu Sebelum Beramal